Engineering Indonesia’s

Artikel, Refrensi, Jurnal, Teknologi & All About Engineering

  • Artikel Otomotif

Archive for the ‘Teknik Mesin’ Category

Predictive maintenance sebagai langkah cost down

Posted by blogengineeringindonesia pada Juli 29, 2008

Ditulis oleh rudy andriyana
Kenaikan harga listrik dan BBM memberikan dampak negatif kepada industri, kemudian mendorong industri untuk segera mencari alternatif-alternatif tindakan untuk melakukan penghematan (Cost down). Beberapa langkah manajemen telah diterapkan seperti Visible management, Badge system, Lean Manufacturing System, 5S concept, Just In Time, Batch system, bahkan sebelum gejolak harga BBM terjadi. Sehingga ketika muncul gejolak harga BBM, pelaku industri mengalami seleksi alam untuk bertahan.
Selain langkah-langkah cost down oleh manajemen pada bagian produksi, bidang perawatan mesin (maintenance) menjadi salah satu faktor produksi terbesar yang juga dapat dikontrol.
Dengan menggunakan teknologi terbaru yang dikenal dengan predictive maintenance base on condition monitoring, akan membantu industri dalam mengontrol beaya perawatan mesin, mengontrol penggunaan Bahan Bakar Minyak, Kehandalan (reliability) dan Prestasi (performance). Jangan biarkan bahan bakar terbuang percuma, jangan biarkan mesin loss of performance (derating) dan jangan biarkan mesin mengalami kerusakan (catasthropic failure). Jika mesin tiba-tiba mengalami kerusakan akan mengakibatkan produksi berhenti (stopline) dan tentunya akan mengalami kehilangan beaya besar, belum lagi  untuk mengganti spare part dan memperbaikinya. Langkah-langkah cost down yang dilakukan oleh pihak managemen dibidang produksi menjadi percuma jika beaya di bidang perawatan mesin tidak dapat dikontrol. Semua kerugian tersebut dapat dihindari dengan menerapkan konsep predictive maintenance.

From: http://www.daunbiru.com

Posted in Teknik Mesin | 1 Comment »

Heat Balance pada Diesel Engine

Posted by blogengineeringindonesia pada Juli 29, 2008

Analisis Heat balance pada mesin diesel dilakukan untuk mengetahui komposisi energi mulai dari yang dihasilkan oleh bahan bakar sampai dengan yang dikonversi menjadi kerja mekanik. Kerugian akibat gas buang, dan sistem pendinginan.

Dari pengalaman dan analisis empiris, maka perhitungan heat balance untuk sebuah mesin diesel diperlukan untuk mengetahui ‘kesehatan’ mesin.
Secara general bagan konversi energi sebuah mesin diesel dapat dilihat sebagai berikut:

Dari gambar dapat disimpulkan bahwa energi dari bahan bakar yang dianggap 100% input dapat di break down menjadi sebagai berikut:
  1. Kerja Mekanik (44%).
  2. Kerugian gas buang (29%).
  3. Kerugian karena pendinginan air (21%).
  4. Kerugian karena pendinginan oli (4%).
  5. Kerugian karena radiasi (2%).
Komposisi diatas diperoleh dari pengalaman mengukur berbagai macam mesin dan data empirik dari pabrikan.
Contoh kasus:
  1. Jika temperatur gas buang naik maka persentase karena gas buang akan naik, maka dampak buruknya kerja mekanik akan menurun. Hal ini berakibat pada borosnya SFC mesin, karena untuk jumlah bahan bakar yang sama namun kerja yang dihasilkan mesin turun.
  2. Jika sistem pendingin buruk, mesin terlalu dingin, maka kerugian juga besar.

Posted in Teknik Mesin | 1 Comment »

Parameter Penentu Prestasi Motor Diesel Pada Engine Side

Posted by blogengineeringindonesia pada Juli 29, 2008

Ditulis oleh Rilly Hutabarat
Tulisan berikut mencoba mengupas secara singkat prestasi motor diesel yang dipengaruhi oleh parameter di sisi engine. Masih banyak parameter lain di luar engine yang juga mempengaruhi prestasi motor diesel, seperti kondisi turbo, kondisi cooling system, kualitas bahan bakar. Untuk satu parameter saja diperlukan banyak penjelasan lebih detailnya. Data tekanan pembakaran dan vibrasi pada cylinder head diambil dengan Haliza 8. Baca selengkapnya

Posted in Teknik Mesin | Leave a Comment »

Perawatan Mesin Motor

Posted by blogengineeringindonesia pada Juli 29, 2008

Tips ini saya berikan bukan untuk meniadakan/ menggantikan perawatan rutin yang sudah biasa anda lakukan terhadap motor anda. Akan tetapi kalau hal ini dilakukan sebenarnya perawatan rutin tersebut bisa di mundurkan/ jadwal ulang. Tips ini telah saya praktekkan bertahun tahun khususnya ke mesin motor saya dan hasilnya memang memuaskan (dan ini juga mungkin dapat anda lakukan pada mesin mobil anda). Yang utama dan perlu diperhatikan dalam perawatan terhadap mesin motor anda ada 2 hal:

1. Bensin/ bahan bakar. Saran saya JANGAN PERNAH BELI BENSIN OPLOSAN. Belilah bahan bakar untuk motor anda di SPBU resmi. Kalau memang emergency sekali maka itu tidak apa2 (asal jangan emergency terus2an ya D ). Segera buang (di-drain) dan diganti begitu kita telah mendapatkan/ membeli bensin dari SPBU resmi. Bensin Oplosan biasanya sudah turun nilai oktannya karena telah dicampur dengan unsur lain (biasanya minyak tanah). Kalau nilai oktan sudah turun mengakibatkan pembakaran jadi tidak sempurna dan meninggalkan kerak di kepala silinder dari mesin motor/ mobil anda. Apabila telah terbentuk kerak maka akan menyebabkan mesin anda menurun performanya. Kalau dipakai terus menerus biasanya mesin akan menggelitik dan bergetar. Ada baiknya anda membaca manual yang menyertai motor anda. Disitu biasanya diterangkan bahan bakar dengan nilai oktan berapa yang bagus/ optimal untuk mesin motor anda.

2. Oli. Ini merupakan komponen terpenting ke-dua yang mesti diperhatikan. Fungsi oli itu kurang lebih adalah sebagai cleaning, cooling, cushioning, and lubrication. Disini saya tidak akan membahas fungsi2 itu secara detail. Rekomendasi dari pabrik untuk penggantian oli mesin adalah sekitar 2000 sampai dengan 2500 km (besaran bervariasi tergantung merk motor). Kalau berdasarkan pengalaman dan yang telah saya praktekkan, maka saya melaksanakan penggantian oli mesin setiap 1200 s.d. 1700 km. Walah… bukannya kalau kaya gitu jauh lebih boros? Weits ntar dulu…kenapa? Karena jakarta atau kota2 besar lainnya terkenal dengan kemacetannya. Tidak hanya mobil tapi motor pun bisa mengalaminya. Pada saat macet, mesin motor tetap berputar. Inilah alasan mengapa saya melakukan seperti tadi.

Apabila motor anda jarang digunakan, maka disarankan untuk mengganti oli per 3 bulan (istilahnya kena calendar time). Kenapa juga sih per 3 bulan? Karena kalau oli tersebut sudah di pergunakan untuk melumasi mesin, biasanya sedikit bersifat asam/ acid. Asam itu apabila terkena metal dan bereaksi dapat menyebabkan korosi. Ini juga dapat merusak mesin. Oleh karena itu ganti oli anda per 3 bulan apabila kilometernya tidak mencapai 1200 atau 1700. sebagai contoh nyata dengan perlakuan ini umur plat kopling basah (seperti motor bebek) dapat lebih dari 5 – 6 tahun (rata2 umurnya antara 3 sampai 4 tahun; harganya sekitar 300 – 500 ribu rupiah).

Trus oli apa sih yang sebaiknya di pakai? Kalau untuk yang ini sebaiknya anda bereferensi kepada manual dari pabrik. Jangan pernah di turunkan misalnya dari 20W 50 ke 10W 40 karena itu akan mempengaruhi tingkat keausan dari komponen mesin yang berputar dan bergesekan, walaupun katanya dapat memperingan tarikan (mesin jadi enteng).

Cara mengganti oli yang benar adalah sebagai berikut: Panaskan mesin motor anda kurang lebih selama 5 menit. Setelah itu drain/ buang oli lama anda. Untuk memastikan oli lama sudah keluar semuanya, lakukan cranking/ putar mesin anda dengan menggunakan foot starter beberapa kali. Boleh menggunakan electric starter tapi dibatasi. Setelah itu masukkan oli baru. Yang perlu di perhatikan disini adalah pada saat kita akan membuka oli baru ada baiknya kita menggoyang-goyang kaleng oli atau botol oli tersebut (olinya di kocok2 terlebih dahulu). Kenapa? Karena biasanya di dalam oli itu ada lapisan tipis yang sering disebut dengan “film”. film atau lapisan tipis itu berguna sebagai pelindung mesin pada saat bergesekan. Kalau kita beli oli biasanya film yang ada di dalam oli itu pada ngumpul di bawah. Secara kasat mata film atau lapisan tipis itu tidak kelihatan. Dengan di kocok2 tadi film tersebut akan tercampur kembali dengan baik (ini saya ambil dari arahan untuk penggantian oli di pesawat terbang). Setelah itu barulah oli tersebut dimasukkan ke dalam mesin. Sebelum di start, ada baiknya pergunakan starter kaki beberapa kali untuk mensirkulasikan oli baru ke bagian2 mesin anda. Barulah setelah itu nyalakan mesin anda selama beberapa menit.

Oh iya hampir kelupaan. Tutup oli itu sebaiknya di kencangkan hanya dengan tangan. Tidak perlu mempergunakan alat seperti tang (biasanya kalau anda bawa motor anda untuk service rutin, mekaniknya akan melakukan hal tersebut; maksudnya tutup oli dikencangkan dengan tang, coba deh perhatikan). Kenapa? Karena pengecekan kuantitas oli itu sebenarnya masuk dalam pre-start check (check yang harus anda lakukan sebelum mesin dihidupkan). Jangan pernah start mesin motor anda tanpa ada oli.

Ini yang menurut saya hal2 paling penting yang harus diperhatikan dari mesin motor anda. Intinya hanya 2 yaitu bahan bakar dan Oli.

Bagaimana dengan yang lainnya? Untuk memperpanjang atau meningkatkan reliability dari komponen2 motor yang lainnya seperti rantai dan lain2 akan di bahas pada tulisan berikutnya. Dan ini tentunya dapat anda lakukan dengan mudah.

From : http://yudihariyanto.wordpress.com

Posted in Teknik Mesin | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.