Engineering Indonesia’s

Artikel, Refrensi, Jurnal, Teknologi & All About Engineering

  • Artikel Otomotif

Archive for the ‘Teknik Sipil’ Category

Bridge maintenance, inspection and repair

Posted by blogengineeringindonesia pada November 9, 2008

CHAPTER 1. INTRODUCTION
Section
I. GENERAL INFORMATION
Purpose
References
II. MAINTENANCE PLANNING
Programming and economic considerations
Elements of the maintenance program
III. FREQUENCY OF INSPECTION
Military requirements
Factors of frequency
IV. QUALIFICATIONS OF INSPECTION PERSONNEL
Army
Air Force

2. BRIDGE STRUCTURES
Definition
Classification
Typical bridges
Box culverts
Military bridges

3. BRIDGE ELEMENTS
I. SUBSTRUCTURE ELEMENTS
General
Abutments
Piers and bents
II. SUPERSTRUCTURES
General
Decks
Floor systems
Main supporting members
Bracing
III. MISCELLANEOUS ELEMENTS
Bearings
Pin and hanger supports
Expansion joints
Approaches
Railings, sidewalks, and curbs
Deck drains
Utilities
Lighting
Dolphins and fenders
Welds, bolts, and rivets

4. MECHANICS OF BRIDGES
General
Bridge forces
Stress

5. BRIDGE CONSTRUCTION MATERIALS
I. CONCRETE
General
Physical and mechanical properties
Indication and classification of deterioration
Causes of deterioration
Assessment of concrete
II. STRUCTURAL STEEL
Physical and mechanical properties
Indicators and classification of deterioration
Causes of deterioration
Assessment of deterioration
III. TIMBER
Physical and mechanical properties
Deterioration: indicators and causes
Assessment of deterioration
IV. WROUGHT AND CAST IRON
General
Physical and mechanical properties
Deterioration: indicators and causes
V. STONE MASONRY
General
Physical and mechanical properties
Indicators of deterioration
Causes of deterioration
VI. ALUMINUM
General
Deterioration: indicators and causes
VII. FOUNDATION SOILS
General
Types of movement
Effects on structures
Indicators of movement
Causes of foundation movements
VIII. WATERWAYS
General
Types of movement and effects on waterways

CHAPTER 6. BRIDGE REDUNDANCY AND FRACTURE CRITICAL MEMBERS (FCMs)
I. GENERAL
Introduction
Fracture critical members
Redundancy
Criticality of FCMs
II. EXAMPLES
Two-girder system (or single-box girder)
Two-truss system
Cross girders and pier caps
Supports and suspended spans

7. INSPECTION CONSIDERATIONS
I. TOOLS AND EQUIPMENT
Basic
Concrete inspection
Steel inspection
Timber inspection
Cast iron, wrought iron, and aluminum inspection
Special equipment
II. SAFETY
General
Bridge site organization
Personal protection
Special safety equipment
Climbing of high steel
Confined spaces
III. DOCUMENTATION OF THE BRIDGE INSPECTION
General
Planning and documenting the inspection
Structure evaluation
IV. INSPECTION PROCEDURE
General
Inspection sequence

CHAPTER 8. BRIDGE COMPONENT INSPECTION
Section I. SUBSTRUCTURES
General
Abutments
Retaining walls
Piers and bents
Pile bents
Dolphins and fenders
II. SUPERSTRUCTURES
Concrete beams and girders
Steel beams and girders
Pin and hanger connections
Floor systems
Diaphragms and cross frames
Trusses
Lateral bracing portals and sway frames
Tied arches
Metal bearings
Elastomeric bearings
Decks
Expansion joints
Railings, sidewalks, and curbs
Approaches
Bridge drainage
III. MISCELLANEOUS INSPECTION ITEMS
Waterways
Paint
Signing
Utilities
Lighting
IV. INSPECTION OF RAILROAD BRIDGES
General
Railroad deck types
Track inspection
Deck inspection
Superstructure inspection
Substructure inspection
Recommended practices
V. BOX CULVERTS
Types of distress
Inspection

9. FINAL DOCUMENTATION
Annual (Army) and biannual (Air Force) inspection documentation
Triennial (Army) and every third biannual (Air Force) bridge inspection
documentation

10. GENERAL PREVENTIVE MAINTENANCE, REPAIR, AND UPGRADE
I. INTRODUCTION
General
Preventive maintenance
Replacement
Repair
Bridge upgrade
II. COMMON MAINTENANCE TASKS
General
Cleaning deck drains
Ice and snow removal
Bank restoration
Traffic control items
Bearings and rollers
Debris and removal
Bridge joint systems
Scour protection
III. COMMON REPAIR TASKS
General
Abutment stability
Drift and floating ice
Scour
Settlement
Waterway
Section IV. COMMON METHODS TO UPGRADE EXISTING BRIDGES
General
Shortened span lengths
Add stringers
Strengthen piers
Reduce deadload
Posttensioned bridge components
Strengthen individual members

CHAPTER 11. STEEL BRIDGE MAINTENANCE, REPAIR, AND UPGRADE
I. PREVENTIVE MAINTENANCE FOR CORROSION
General
Structural steel
II. REPAIR AND STRENGTHEN
General
Connections
Repair of structural members
III. MEMBER REPLACEMENT
Tension members
Compression members/columns
Beams
IV. UPGRADE STEEL BRIDGES
Creation of a composite action
Posttensioning
Truss systems

12. TIMBER BRIDGE MAINTENANCE, REPAIR, AND UPGRADE
I. PREVENTIVE MAINTENANCE
General
Fire protection
II. REPAIR AND STRENGTHEN TIMBER MEMBERS
General
Connections
Repair of graded lumber
Repair of piles
Repair of posts
Repair of sway bracing
III. MEMBER REPLACEMENT
Replacement of tension timber components
Replacement of compression timber components
Replacement of flexural timber components (stringers)
Replacement of timber decking
IV. TIMBER BRIDGE UPGRADE
Strengthen intermediate supports (piers)
Shorten span length
Posttensioning
Add stringers
Strengthen individual members

13. CONCRETE BRIDGE MAINTENANCE, REPAIR, AND UPGRADE
I. PREVENTIVE MAINTENANCE
General
Surface coating
Joint maintenance
Cathodic protection
II. REPAIR AND STRENGTHEN
General
Crack repairs
Spall repair
Joint repair
Abutments and wingwalls
Bridge seats
Columns and piles
Stringers and beams
Decks
Replacement of concrete members
Section III. UPGRADE CONCRETE BRIDGES
General upgrade methods
Strengthen individual members
Prestressed concrete members

download : pdf1

Posted in Teknik Sipil | Dengan kaitkata: , | 2 Comments »

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan

Posted by blogengineeringindonesia pada September 17, 2008

1 SNI 02-2406-1991 Tata Cara Perencanaan Umum Drainase Perkotaan Tata cara ini digunakan untuk memperoleh hasil perencanaan drainase perkotaan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan teknik perencanaan
2 SNI 03-0090-1999 Spesifikasi Bronjong Kawat Standar ini menetapkan dimensi bronjong kawat dan persyaratan bahan baku, syarat mutu, pengambilan contoh, syarat lulus uji, pengemasan dan syarat penandaan bronjong kawat.
3 SNI 03-0675-1989 Spesifikasi Ukuran Kusen Pintu Kayu, Kusen Jendela Kayu, Daun Pintu Kayu Untuk Bangunan Rumah dan Gedung Spesifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan pembuatan, pemasangan, dan pengawasan pelaksanaan yang optimal
4 SNI 03-1724-1989 Tata Cara Perencanaann Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Tata cara ini digunakan dalam mendesain Bangunan disungai (bangunan pemanfaatan, konservasi dan silang) agar memenuhi persyaratan persyaratan hidrologi dan hidraulik, dan bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan keandalan bangunan di sungai dan sungainya sendiri.
5 SNI 03-1725-1989 Tata Cara Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya. Tata Cara ini digunakan dalam menen-tukan beban-beban gaya-gaya untuk perhitungan tegangan-tegangan yang terjadi pada setiap bagian jembatan jalan raya. Penggunaan pedoman ini dimaksudkan untuk mencapai perenca-naan ekonomis sesuai kondisi setempat, tingkat keperluan, kemampuan pelaksanaan dan syarat teknis lainnya, sehingga proses perencanaan menjadi efektif.
6 SNI 03-1726-2002 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung. Standar ini menetapkan ketentuan, perencanaan umum struktur gedung, perencanaan struktur gedung tak beraturan, kinerja struktur gedung, pengaruh gempa pada struktur bawal, pengaruh gempa pada unsur sekunder, unsur arsitektur dan instalasi mesin listrik. Syarat-syarat perencana struktur gedung tahan gempa yang ditetapkan dalam standar ini tidak berlaku untuk bangunan sebagai berikut: 1)gedung dengan sistem struktur yang tidak umum atau yang masih memerlukan pembuktian tentang kelayakannya; 2) gedung dengan sistem isolasi landasan (hase isolation) untuk meredam pengaruhi gempa terhadap struktur atas; 3) Bangunan Teknik Sipil seperti Jembatan, bangunan air, dinding, dan dermaga pelabuhan, anjungan lepas pantai dan bangunan non gedung lainnya; 4).Rumah tinggal satu tingkat dan gedung-gedung non-teknis lainnya.
7 SNI 03-1727-1989 Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung Tata cara ini digunakan untuk memberikan beban yang diijinkan untuk rumah dan gedung, termasuk beban-beban hidup untuk atap miring, gedung parkir bertingkat dan landasan helikopter pada atap gedung tinggi dimana parameter-parameter pesawat helikopter yang dimuat praktis sudah mencakup semua jenis pesawat yang biasa dioperasikan. Termasuk juga reduksi beban hidup untuk perencanaan balok induk dan portal serta peninjauan gempa, yang pemakaiannya optional, bukan keharusan, terlebih bila reduksi tersebut membahayakan konstruksi atau unsur konstruksi yang ditinjau
8 SNI 03-1728-1989 Tata Cara Pelaksanaan Mendirikan Bangunan Gedung Tata cara ini digunakan untuk memberikan landasan dalam membuat peraturan-peraturan mendirikan bangunan di masing-masing daerah, dengan tujuan menyeragamkan bentuk dan isi dari peraturan-peraturan bangunan yang akan dipergunakan di seluruh kota-kota di Indonesia
9 SNI 03-1729-2002 Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi
10 SNI 03-1730-2002 Tata Cara Perencanaan Gedung Sekolah Menengah Umum Tata cara ini mencakup : ” perencanaan arsitektur, struktur / konstruksi dan utilitas gedung; ” Sistem pendidikan sekolah menengah umum; ” Perubahan sistem pendidikan sekolah menengah umum; ” Pembakuan gedung sekolah menengah umum.
11 SNI 03-1731-1989 Tata Cara Keamanan Bendungan. Tata cara ini digunakan dalam melaksanakan kegiatan desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan bendungan dengan tujuan untuk menjamin keamanan bendungan dan lingkungannya.
12 SNI 03-1732-1989 Tata Cara Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Analisa Metode Komponen Tata Cara ini merupakan dasar dalam menentukan tebal perkerasan lentur yang dibutuhkan untuk suatu jalan raya.
13 SNI 03-1733-2004 Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota. Tata cara ini bertujuan untuk menghasilkan suatu lingkungan perumahan yang fungsional sekurang-kurangnya bagi masyarakat penghuni
14 SNI 03-1734-1989 Tata Cara Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang Untuk Rumah dan Gedung Tata cara ini digunakan untuk mempersingkat waktu perencanaan berbagai bentuk struktur yang umum dan menjamin syarat-syarat perencanaan tahan gempa untuk rumah dan gedung yang berlaku
15 SNI 03-1735-2000 Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan dan Akses Lingkungan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung. Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan dan lingkungannya khususnya dalam hal pencegahan terhadap bahaya kebakaran meliputi pengamanan dan penyelamatan terhadap jiwa, harta benda dan kelangsungan fungsi bangunan
16 SNI 03-1736-2000 Tata Cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebaka-ran pada Bangunan Rumah dan Gedung Tata cara ini digunakan untuk perencanaan struktur bangunan terhadap pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung
17 SNI 03-1737-1989 Tata Cara Pelaksanaan Lapis Aspal Beton (LASTON) untuk Jalan Raya Tata cara ini dimaksudkan untuk mendapatkan suatu permukaan atau lapis antara pada perkerasan jalan raya yang mampu memberikan sumbangan daya dukung yang terukur serta berfungsi sebagai lapisan kedap air yang dapat melindungi konstruksi di bawahnya.
18 SNI 03-1738-1989 Metode Pengujian CBR Lapangan Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai CBR (California Bearing Ratio) langsung di tempat (in place) atau bila diperlukan dapat dilakukan dengan mengambil contoh tanah asli dengan cetakan CBR (undisturb).
19 SNI 03-1739-1989 Metode Pengujian Jalar Api Pada Permukaan Bahan Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Rumah dan Gedung. Judul direvisi menjadi :Cara Uji Jalar Api pada Permukaan Bahan Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung Metode ini digunakan untuk menentukan mutu bahan bangunan dalam kelompok sukar terbakar (semi non-combustible), menahan api (fire retardant), agak menahan api (semi fire retardant) dan mudah terbakar (easilytible) Standar ini memuat petunjuk pengujian jalar api pada permukaan bahan yang meliputi peralatan uji, ukuran dan jumlah benda uji, prosedur pengujian dan kriteria hasil uji. Pada standar ini tidak mencakup pengaturan tentang keselamatan kerja, bagi pengguna harus menetapkan tersendiri ketentuan tentang keselamatan kerja tersebut.
20 SNI 03-1740-1989 Metode Pengujian Bakar Bahan Bangunan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung Judul direvisi menjadi :Cara Uji Bakar Bahan Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung Metode ini digunakan untuk menentukan sifat bahan bangunan yang tidak terbakar dan yang dapat terbakar pada bangunan rumah dan gedung Standar ini memuat petunjuk pengujian bakar yang meliputi peralatan uji, ukuran dan jumlah benda uji, prosedur pengujian dan kriteria hasil uji Pada standar ini tidak mencakup pengaturan tentang keselamatan kerja, bagi pengguna harus menetapkan tersendiri ketentuan tentang keselamatan kerja tersebut.

Selengkapnya

Posted in Teknik Sipil | 3 Comments »

Bluetooth Security

Posted by blogengineeringindonesia pada Agustus 24, 2008

password:ganelon

Posted in Teknik Elektro, Teknik Sipil | Leave a Comment »

Buku SAP (tutorial)

Posted by blogengineeringindonesia pada Agustus 24, 2008

Ingin Menganalisa Struktur Bangunan, Jembatan dll. Ini Softwarenya…. Semoga bermanfaaat

Download Tutorial

Posted in Teknik Sipil | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.